Dalam sebuah hubungan, cewek merupakan makhluk yang akan lebih nyaman ketika mendapatkan kejelasan. Namun di sisi lain, tak sedikit cowok yang ragu untuk memberi kejelasan. Hal ini adalah sebuah permasalahan yang mungkin tak akan pernah terselesaikan karena ini menyangkut karakter masing-masing. Cewek yang dikit-dikit pengen serius dan cowok yang nggak pernah mau settle down.
Lalu, ketika cowok tak bisa menjawabnya tuntutan tersebut dengan kejelasan status, cewek bisa dengan mudah menyematkan julukan pemberi harapan palsu (PHP) pada cowok. Mengacu masalah tersebut, masih ingat ungkapan yang beredar di masyarakat bahwa cowok selalu mengedepankan logikanya ketimbang perasaannya? Bukannya mau membela secara membabi buta, namun cowok memang begitu. Mereka cenderung berpikir panjang dalam memutuskan segala hal, termasuk saat memutuskan untuk pacaran dengan cewek tersebut atau nggak. Dan, ketika hati cowok memiliki keraguan, cowok memilih menjadikan cewek tersebut sebagai “teman tapi mesra” (TTM). Nggak adil sih kesannya, tapi itulah fakta yang ada di lapangan. Kali ini Hipwee Boys ingin mengungkapkan kenapa sih kebanyakan cowok mikir kayak gitu? Yuk langsung disimak aja!


Kenapa cewek meminta kejelasan seolah-olah hanya cowok saja yang dapat enaknya. Bukannya cewek juga bisa merasakan apa yang cowok rasakan?

Yang menikmati kebersamaan kan nggak hanya cowok?
Yang menikmati kebersamaan kan nggak hanya cowok? via www.zodiacompatibility.com
Cowok sering keheranan dengan peristiwa cewek yang menuntut kejelasan tentang hubungan. Padahal kalau pakai logika, walaupun tak ada kejelasan, bukankah tetap banyak keuntungan yang dimiliki keduanya? Malah mungkin akan ada lebih banyak keuntungan dalam sebuah hubungan tersebut. Cewek pun merasakan keuntungan tersebut. Kalau cowok suka nonton berdua dengan, bukannya cewek juga suka nonton berdua? Jika keduanya mendapatkan hal yang sama, bagaimana mungkin salah satu pihak lebih diuntungkan dari pihak lainnya?
Selain itu, tak sedikit pasangan yang tadinya berteman, memutuskan jadian, eh, malah merasa tak nyaman di kemudian hari dengan status barunya tersebut. Mereka tak siap dengan berbagai macam drama percintaan dan berbagai macam border yang ada dalam sebuah hubungan asmara. Rasanya justru lebih nyaman ketika dua insan tersebut berstatus teman. Coba kalau statusnya hanya berteman. Cewek masih tetap bisa jalan, nonton atau makan bareng kok. Nggak perlu ada status kejelasan asmara, cowok dan cewek masih tetap bisa merasakan itu semua.

Kalau kurang puas dengan jawaban tentang kenapa cowok lebih senang hubungan platonis, seorang pakar akan membantu menjawab lewat hasil temuannya

eaaaa
eaaaa via dylandsara.com
Dalam sebuah laman jasa konsultasi asmara EHarmoni, seorang penulis dan pakar hubungan, Louann Brizendine, M.D, mengatakan bahwa cowok bukanlah makhluk yang bisa berkomitmen. Dia meyakini kalau cowok lebih memiliki keinginan yang bervariasi, makanya tak terlalu fokus dalam urusan asmara.
“Saya tak yakin kalau cowok bisa berkomitmen. Saya pikir itu tentang default cowok yang memiliki keinginan dalam berbagai hal. Bukan hanya soal asmara,” kata Brizendine.
Masih tak percaya kalau cowok memang nggak terlalu tertarik dalam berkomitmen? Sebuah penelitian menemukan, ketika cowok dan cewek berada dalam rentang usia 20-an, cowok cenderung lebih ingin memiliki banyak pasangan dalam hidupnya ketimbang cewek. Cowok mengatakan ingin memiliki 10-20 pasangan, sedangkan cewek mengatakan satu atau dua.

Hubungan saling mencintai tapi merasa tak saling memiliki secara fisik sebenarnya sudah dikenal dari dulu. Seorang filsuf Yunani kuno menjelaskan hal tersebut

Pertemanan platonis
Pertemanan semacam ini dikenal sebagai platonis. Filsuf Yunani kuno, Plato, menggambarkan pertemanan tersebut sebuah hubungan yang berisi perasaan mencintai namun memilih untuk tidak saling memiliki secara fisik. Jika seorang cewek dan seorang cowok mempunyai hubungan sepanjang waktu tapi tak punya status sebagai pacar, kekasih atau pasangan resmi, maka sebutan persahabatan mereka disebut platonis. Sebutan yang lebih elegan ketimbang kata TTM.
Merujuk kepada tulisan-tulisan Plato, cinta persahabatan platonis ditandai dengan tidak adanya minat hubungan fisik atau seksual. Plato mengatakan jika dua orang benar-benar terinspirasi satu sama lain, cinta mereka lebih ke arah spiritual. Biasanya rasa cinta tersebut akan membawa keduanya lebih dekat kepada Tuhan. Wahhh, malah keren ternyata.
Dalam hubungan dua orang, kepastian tentang masa depan memang seringnya menjadi harapan bagi pihak cewek. Tanpa bermaksud bias gender, kepastian dalam hubungan seringnya mungkin hanya penting buat cewek. Dengan penjelasan di atas, semoga cewek bisa lebih mengerti kenapa cowok jadi makhluk yang agak sulit dalam memberikan kejelasan. Itu bisa jadi saran juga buat para cewek untuk memberi cowok ruang lebih untuk memantapkan pilihannya.