Naudzubillah !! Bayi Gizi Buruk Ini 3 Kali Dibanting Ibu yang Mengalami Gangguan Jiwa dan Ayah pun Tak Berdaya.

Bocah ini sungguh bernasib malang. Ia tinggal di kota nan kaya akan kandungan minyak bumi sehingga disebut Kota Minyak. Namun warga masih ada bayi yang hidup kekurangan gizi.







Muhammad Yusuf Affandi, bayi 6 bulan, terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit karena menurut analisis dokter, ia mengalami malnutrisi alias gizi buruk.

Penderitaan bayi ini makin perih mengingat kondisinya kurang terurus oleh karena faktor orangtua memprihatinkan.

Ibunya menderita gangguan kejiwaaan.

Sementara penghasilan Muhammad Suwandi (26 tahun), ayah Affandi, dari seorang buruh bangunan tidak memadai untuk menghidupi keluarga.


Jadilah Affandi diasuh neneknya. Keadaan orangtua yang memprihatinkan itulah yang membuat Affandi tidak mendapat perhatian dalam hal tumbuh kembangnya.

Kabar memilukan setelah Affandi menjalani perawatan hampir dua pekan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Malang Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kondisi Affandi memburuk sehingga terpaksa harus dirawat dalam ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sejak Jumat (18/11/2016) malam.

Saat usianya menginjak 1 bulan, Affandi telah mengalami kekerasan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri.

Ibunya diduga mengalami gangguan jiwa membanting tubuh mungilnya sebanyak tiga kali.

Kisah tragis yang dialaminya, membuat Puji Harti Endang Lestari (60), nenek Affandi memboyongnya dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan ke Balikpapan.

Namun kini, kondisinya sungguh memprihatinkan, bayi mungil tersebut tergolek lemah di Ruang Bengkirai – 16 RSUD Gunung Malang Balikpapan karena menderita gizi buruk.

Balikpapan merupakan sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Balikpapan memiliki penduduk sebanyak 700-an ribu jiwa. APBD 2016 Balikpapan sebesar Rp 3,1 triliun.

Kondisinya Lemah dan Kulit Bengkak

Saat Tim  mengunjungi Affandi, kondisinya tampak begitu lemah dan memprihatinkan.
Tubuhnya membengkak, perutnya membuncit dan masih terlihat sisa-sisa dermatosis di pemukaan kulitnya.

Selang infus masih lekat terpasang di pergelangan tangannya.

Affandi hanya bergerak lemah di pembaringan, ditemani sebuah boneka Tiger yang diletakkan di bawah kakinya.

Mata mungilnya mencekung dengan pandangan yang sayu.

Saat TribunKaltim.co datang, tangis Affandi memecah kesunyian ruang NICU, seolah ingin bercerita tentang sakit yang tengah dirasakannya.

Tampak di dalam ruangan NICU, ayah dan nenek Affandi dengan setia menemaninya.

Menurut pengakuan sang Ayah, Muhammad Suwandi, ia terpaksa memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai buruh bangunan hanya untuk merawat buah hatinya.

Padahal setiap harinya, penghasilan Suwandi bekerja juga sudah sangat minim, yakni hanya sebesar Rp 80 ribu.

“Mohon doanya mas, kondisi Affandi kritis. Dokter hanya bilang akan mengusahakan yang terbaik bagi Affandi. Daya tahan tubuhnya menurun,” kata Suwandi sambil menahan air mata.
Suwandi mengaku terpukul saat dokter menjelaskan kondisi Affandi yang terus menurun, namun ia tidak patah semangat.

Harapan untuk Affandi dapat pulih seperti sedia kala terus ia pupuk di dalam hatinya.

“Orangtua mana yang tidak sedih dengar kabar seperti itu, tapi Alhamdulillah sekarang selang untuk membantu bernafas dan makan sudah dilepas. Sekarang sudah mau ngedot lagi, beratnya sudah naik jadi 6,5 Kg. Jadi harapan kita tebal lagi,” katanya.

Kadar PRotein Rendah dan Kulit Bengkak

Berdasarkan informasi dokter spesialis anak yang menangani Affandi, dr Bawono Bhakti SpA M Biomed, selain menderita gizi buruk marasmus kwashiorkor, Affandi juga menderita Edema (pembengkakan) Dermatosis pada kulit tubuh, kadar protein dalam darahnya rendah, dan diare.

 “Kondisinya sudah membaik sekarang, bengkak mulai berkurang,kemudian nafsu makannya juga sudah meningkat. Luka karena kekurangan gizi juga sudah mulai berkurang tinggal sedikit-sedikit. Saat ini tinggal masuk ke masa transisi dari rehabilitasi. Tetapi memang untuk kriteria pulang memang belum bisa, gizi buruk ada marasmik-kwashiorkor ada kekurangan energi dan protein,” katanya.

Dalam kasus gizi buruk atau malnutrisi energi potein (MEP) terdiri dari 3 jenis yakni marasmus, kwashiorkor, dan marasmus kwashiorkor.

Kwashiorkor disebabkan oleh kekurangan protein baik dari segi kualitas maupun segi kuantitas, sedangkan marasmus disebabkan oleh kekurangan kalori.

Kalau kondisinya akut Kwashiorkor, akan timbul misalnya ada underline penyakitnya, ada hipoalbuminemia adalah kadar albumin yang rendah/dibawah nilai normal atau keadaan dimana kadar albumin serum kurang dari 3,5 g/dL dan edema (sembab), menyebabkan menjadi bengkak.
Protein ada hubungannya dengan proses penyembuhan luka. Untuk penyembuhan luka, protein harus cukup.

Makanya dalam pemberian diet harus cukup protein. Asupan kalorinya pun pada hari keempat dan kelima setelah dirawat sejak 10 November lalu, sudah ada perbaikan.

“Awal pemberian 1 gram sampai 1,5 gram ini dinaikkan 2 gram sampai 3 gram kita berikan dari formula 75 ke Formula 100 ditambah putih telur supaya bengkak nya berkurang,” kata dokter.
Baca: Suami-Istri Luar Biasa, dalam Kemiskinan Rawat 4 Anak Penderita Polio

Mendapat Bantuan Rp 3 Juta

Istri Wali Kota Balikpapan Arita Effendi dan istri Wakil Wali Kota Balikpapan Nurlena mengunjungi Affandi, balta gizi buruk di RSUD Gunung Malang.

Bersamaan dengan kedatangan para istri pejabat di Kota Minyak tersebut, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan M Arfan menyerahkan bantuan bulan dana PMI  kepada orangtua Yusuf Affandi sebesar Rp 3 juta.

Dana Rp 1 juta untuk keluarga Affandi dan Rp 2 juta yang dititipkan kepada PKK Kelurahan Manggar untuk tindak lanjut pengobatan dan penambahan nilai gizi seperti makanan sehat dan susu.

“Menyerahkan sejumlah Rp 1 juta rupiah, kami titipkan PKK Kelurahan untuk tindak lanjut pengobatan penamahan nilai gizi, makanan susu dan lain - lain sebesar Rp 2 juta jadi jumlahnya Rp 3 juta, bantuan PMI khusus hanya  untuk meningkatkan gizinya,” kata M Arfan.

Ia menyampaikan, selain memberikan bantuan kepada Affandi, Bulan Dana PMI juga memberikan bantuan kepada 2 penderita gizi buruk lainnya.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Naudzubillah !! Bayi Gizi Buruk Ini 3 Kali Dibanting Ibu yang Mengalami Gangguan Jiwa dan Ayah pun Tak Berdaya."