Bolehkah Mengadzani Bayi yang baru Lahir Lewat Telepon, Ini Hukumnya

Tribun.club – Sahabat Tribun.club, Bolehkah mengadzani bayi yang baru lahir lewat telepon? Misalnya, Bapaknya sangat sibuk sekali atau mempunyai halangan yang tak bisa ditunda sehingga bapak si bayi tak bisa hadir ketika bayi tersebut lahir.



Mengadzani Bayi yang Baru Lahir

Sahabat Tribun.club, Guru kami, Syaikh Ath-Thorifi ditanya mengenai keshahihan hadits adzan dan iqamah pada bayi ketika lahir. Ia menjawab, “Hadits yang menjelaskan tentang adzan pada telinga bayi ketika lahir taklah shahih. Hadits tersebut dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, Abu Daud dalam sunannya, Tirmidzi dan Al-Bazzar dalam musnadnya, Ath-Thabrani dalam Majmu’nya, Al- Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman, 

‘Abdurrozaq dalam Mushannafnya dari jalur ‘Ashim bin ‘Ubaidillah, dari ‘Ubaidillah bin ‘Abu Rofi’, dari ayahnya, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadzani di telinga Al-Hasan bin ‘Ali ketika dilahirkan oleh Fathimah seperti adzan untuk shalat.”

Dalam rantai sanadnya terdapat ‘Ashim bin ‘Ubaidillah, di mana Abu Hatim menilainya, ” ‘Ashim itu munkarul hadits, mudhthorib hadits, hadits yang ia riwayatkan tak bisa dijadikan sandaran. Ibnu Ma’in mendhaifkan haditsnya. Imam Bukhari menilai, dia itu munkarul hadits.”

Dikeluarkan pula oleh Abu Ya’la dari Husain, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bayi mana saja yang dilahirkan lalu diadzankan di telinga kanan dan diiqamahkan di telinga kiri, maka setan pun tak akan mendatangkan mudharat untuknya.” (HR. Abu Ya’la dalam musnadnya 6780). Di dalam rantai sanad tersebut terdapat Marwan bin Salim Al Ghifariy, ia adalah perawi matruk.

Hadits tersebut dikeluarkan pula oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman, dari jalur Al-Hasan bin ‘Amr, dari Al-Qasim bin Muth’im, dari Manshur bin Shafiyah, dari Abu Ma’bad, dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengadzani Al-Hasan bin ‘Ali ketika hari lahirnya. Beliau mengadzankannya di telinga kanan dan mengiqamahkan di telinga kiri.
Hadits di atas pun munkar. Al-Hasan bin ‘Amr dikatakan pendusta oleh Imam Bukhari.
Intinya, tak ada hadits shahih yang mendukung tuntunan adzan di telinga bayi.” (Fatwa Syaikh Abdul Aziz Ath Thorifi di website resmi beliau).

Sahabat Tribun.club, Kesunnahan mengadzankan bayi saat lahir bukanlah suatu hal yang disepakati oleh para ulama. Sebagian ulama menyatakan makruh (terlarang) mengadzankan. Inilah pendapat dari Imam Malik rahimahullah.
Telah disebutkan dalam Mawahibul Jalil karya Al-Hithab Al-Maliki rahimahullah, “Imam Malik memakruhkan adzan di telinga bayi saat lahir.”

Disebutkan pula dalam An-Nawadir tentang masalah akikah pada permasalahan khitan dan khidhob, “Imam Malik mengingkari adanya adzan di telinga bayi saat lahir.”
Al-Jazuli menyebutkan dalam Syarh Ar-Risalah bahwa sebagian ulama menganjurkan adzan di telinga bayi saat lahir, begitu pula iqamah. Telah ada amalan dari kaum muslimin mengenai hal itu.


Mengadzani Lewat Telepon Handphone

Sahabat Tribun.club, Adapun mengazani bayi yang baru lahir bagi yang meyakini ada sunnahnya, hendaklah mengazani secara langsung di telinga. Di sini tak disyaratkan orang tua, bisa jadi orang lain untuk menggantikan.
Namun kalau mau mengadzani via telepon (handphone) taklah masalah. Misalnya karena orang tua bayi berada di daerah yang berbeda. tak ada dalil yang melarang hal ini. Namun perlu jadi catatan penting, tak boleh ada keyakinan hanya orang tertentu saja yang boleh mengazani dan punya keistimewaan khusus dibanding lainnya.
Demikian penjelasan dari Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 183640 (https://islamqa.info/ar/183640)

Semoga ilmu pengetahuan ini bisa bermanfaat bagi kita semua.




Sumber: rumaysho.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bolehkah Mengadzani Bayi yang baru Lahir Lewat Telepon, Ini Hukumnya"